Konten Unggulan

Ini salah paham paling umum dalam SEO:

Banyak yang berpikir mereka bisa mendapatkan peringkat 1 dengan mengandalkan backlink dari komentar blog, social bookmark, article directory, dan sejenisnya.

Biasanya saya istilahkan backlink submit-submit.

Pertanyaan seperti ini sering muncul dari pemilik website: “Saya sudah blogwalking, submit ke social bookmark dofollow, tapi kok belum peringkat 1 juga ya?”

Ya karena memang manfaatnya sangat kecil.

Parahnya lagi, kalau kita men-submit terlalu banyak — hingga ratusan/ribuan — justru website kita bakal terkena penalti.

Ha. Bukannya jadi peringkat satu tapi malah kena hukum.

Lalu backlink seperti apa yang bisa menjadikan website kita di peringkat 1 tanpa kena penalti?

Ini jawabannya:

Backlink yang diberikan oleh pemilik website lain.

Sampai di sini mulai bingung, pesimis, “Mana ada sih pemilik website lain yang mau ngasih backlink ke website saya?”

Itulah tujuan dari panduan ini.

Anda akan belajar konsep ‘konten unggulan’ yang bisa mendapatkan backlink berkualitas secara natural. Sehingga aman dari penalti dan bisa mendapatkan peringkat 1.

Mengapa sulit mendapatkan backlink?

Mari kita bedah dulu:

Alasannya, karena konten anda salah sasaran.

Saya jelaskan…

…misalnya anda punya website tentang diet. Pengunjungnya adalah orang-orang yang ingin belajar diet.

Masalahnya, 99% dari mereka tidak punya website.

Orang yang tidak punya website tidak akan bisa memberikan backlink. Meskipun mungkin mereka menganggap website anda bagus.

Masuk akal?

Nah, orang yang punya website tentang diet seperti anda punya pengetahuan di atas orang rata-rata. Mereka akan menganggap konten anda biasa saja.

Linker punya selera lebih tinggi

Inilah yang saya maksud dengan salah sasaran.

Kita terbiasa membuat konten hanya untuk memuaskan para pengunjung biasa, orang-orang yang baru belajar, dan yang tidak punya website.

Jadinya mereka yang bisa memberikan backlink (linker) tidak terkesan.

Padahal kalau kita ingin membuat konten yang bisa mendapatkan backlink secara natural, kita harus bisa membuat para linker terkesan.

Konten unggulan

Dalam panduan ini, kita akan belajar membuat konten unggulan.

Apa itu?

Dalam dunia pertanian, kita kenal dengan istilah bibit unggul. Artinya bibit yang hasilnya bagus, buahnya besar, dan tumbuhnya cepat.

Bibit ini akan banyak digunakan oleh petani di ladangnya masing-masing.

Itulah konsep konten unggulan.

Konten yang luar biasa. Konten yang mampu membuat para linker memasang linknya di halaman website mereka. Sehingga menghasilkan “buah” berupa backlink untuk anda.

Apa yang bisa membuat para linker memberikan backlink?

Kita sudah tahu mengapa kita tidak mendapatkan backlink. Sekarang kita gali kira-kira apa yang bisa membuat konten kita mendapatkan backlink.

Yang pertama, jelas, kontennya harus membuat linker kagum.

Tapi masih ada lagi.

Secara umum, linker akan merekomendasikan artikel anda kalau:

  • Topiknya menjelaskan lebih lanjut terhadap suatu konsep yang mereka tulis di website-nya sendiri
  • Jauh lebih berkualitas daripada seluruh konten yang pernah ada. Sehingga lebih diutamakan daripada konten lain yang sejenis
  • Isinya membahas tentang mereka, atau mereka ikut berpartisipasi
  • Konten tersebut bisa bermanfaat bagi audience mereka
  • Anda kenal dengan mereka
  • Konten anda mengandung elemen pemicu popularitas

Tidak harus memenuhi semuanya, tapi lebih banyak lebih bagus.

Sekarang pertanyaan terbesarnya…

…bagaimana cara membuat konten unggulan?

Ikuti panduan ini sampai akhir untuk belajar membuat konten unggulan, kemudian [content_upgrade id=1124]klik disini untuk mempelajari[/content_upgrade] cara membuat struktur artikel terbaik, dari judul sampai penutup.

Langkah 1 – Temukan linker di bidang anda

Kalau website anda di bidang teknologi, carilah linker di bidang teknologi. Jangan mencari yang bidangnya berbeda, mereka tidak akan peduli.

Jadi begini strategi kita:

  1. Cari linker, lihat konten mereka seperti apa
  2. Buat konten yang jauh lebih bagus
  3. Jalin hubungan dengan mereka
  4. Backlink!

Oke, ini terlalu saya sederhanakan…

…tapi kira-kira itu alasan kenapa kita perlu mencari linker.

Tadi sudah kita bahas pengertian dan siapa linker itu, tapi sebetulnya bisa dijabarkan lagi.

Inilah yang termasuk linker:

  • Blogger
  • Penulis artikel di website lain
  • Jurnalis, penulis berita
  • Seleb Twitter (orang yang punya banyak follower)

Mereka inilah orang-orang yang mampu memberikan link bagi konten anda atau melakukan share kepada orang banyak di social media.

Untuk menemukan linker yang sesuai dengan anda sebanyak-banyaknya, lakukan 4 cara berikut.

Lakukan pencarian di Google

Lakukan pencarian di Google dengan kata kunci:

  • Blogger [niche] Indonesia
  • Blog [niche]
  • Artikel [niche] terbaik

Misalnya website anda tentang fashion, maka gunakan kata kunci “Blogger fashion Indonesia”.

Anda akan menemukan hasil seperti ini:

Blogger fashion

Situs komunitas, social media, dan social bookmarking

Blogger yang cerdas tahu bahwa ketiga jenis situs tersebut adalah tambang emas untuk mengembangkan website.

Maka dari itu  anda akan bertemu banyak pemilik blog baru.

Blogger baru juga biasanya lebih terbuka ketika diajak berkomunikasi. Anda juga bisa sama-sama belajar.

Berikut komunitas yang bisa anda coba:

  • Facebook Groups
  • Google+ Communities
  • Kaskus
  • Citizen6 Liputan6
  • Log Viva

Cari akun Twitter yang punya banyak follower

Gunakan tool gratis bernama Followerwonk.

Tool ini berguna untuk menemukan akun Twitter populer berdasarkan kata kunci. Dalam 1 klik kita bisa menemukan para seleb Twitter.

Klik “Search bios” kemudian lakukan pencarian seperti gambar:

Followerwonk

Untuk niche berbahasa Inggris (misalnya “fashion”) gunakan kota-kota besar di Indonesia untuk menemukan orang Indonesia.

Kalau tidak, maka yang muncul justru akun bule.

Cari website yang memasang link ke linker

Orang-orang yang sudah anda temukan di atas pasti sudah punya beberapa backlink. Kita akan mencari orang-orang yang memasang link ini.

Dengan demikian daftar kita semakin besar.

Pertama, silahkan menuju ke Open Site Explorer. Atau gunakan Ahrefs kalau anda punya akun premium-nya, lebih bagus lagi.

Masukkan website yang sudah anda temukan.

Ubah link type jadi only follow

Ubah di bagian Link Type menjadi ‘only follow’ (kotak kuning).

Inilah website-website yang memasang link kepada linker. Yang artinya, mereka juga adalah linker.

Setelah melakukan keempat langkah ini, catat semuanya dalam Google Sheets atau Excel. Oh ya, abaikan website yang sudah tidak di-update selama setahun.

Langkah 2 – Pikirkan ide konten yang menarik bagi mereka

Coba dibayangkan kasus ini:

Saya punya konten berjudul “17 cara menghilangkan jerawat” apa mungkin para linker merekomendasikan artikel ini di website mereka?

Tidak mungkin..

Bagi pembaca yang membutuhkan, artikel itu sangat berguna. Tapi bagi seorang linker, artikel ini tidak cukup untuk membuat mereka kagum.

Selain itu, ngapain juga pasang link ke artikel jerawat. Ya kan?

Itulah pentingnya topik.

Meskipun isinya luar biasa, tapi kalau topiknya salah maka tidak akan ada yang merekomendasikan konten tersebut.

Pahami dulu maksud kalimat-kalimat di atas.

Memilih topik itu rumit. Tapi untungnya, ada suatu metode yang bisa kita manfaatkan untuk mendapatkan ide topik.

Namanya STEPPS.

Topik anda harus merupakan salah satu dari STEPPS ini:

  1. Social currency: bisa membuat mereka bangga atas identitasnya
  2. Triggers: langsung terpikirkan ketika seseorang berbicara tentang sesuatu
  3. Emotion: bisa membangkitkan perasaan
  4. Public: topik yang populer atau sedang hangat
  5. Practical value: isi dari topik itu bisa dipraktekkan
  6. Story: kisah seseorang atau kejadian yang berhubungan dengan mereka

Itulah STEPPS.

Ketika sedang mencari ide untuk topik konten unggulan, pastikan topiknya memenuhi salah satu dari 6 syarat tersebut.

Sebagai contoh, panduan SEO ini.

Panduan tersebut terdiri dari 6 bab, merupakan panduan terlengkap tentang SEO di Indonesia saat ini. Jadi ketika ada yang ingin belajar SEO, panduan tersebut akan direkomendasikan (Triggers).

Cara mendapatkan ide topik

Anda sudah tahu cara memeriksa topiknya, dengan STEPPS tadi. Selanjutnya kita akan belajar bagaimana mencari ide untuk topik konten unggulan anda.

Ini beberapa cara yang bisa anda coba:

  1. Lihat website milik linker. Buat konten yang topiknya mirip atau berhubungan dengan apa yang sudah mereka tulis, tetapi bobotnya harus lebih tinggi.
  2. Situs komunitas. Temukan permasalahan utama yang paling sering dihadapi oleh anggota komunitas, buat konten yang menyelesaikan permasalahan mereka.
  3. Lakukan pencarian di Google dengan memasukkan topik utama untuk mendapatkan topik yang lebih spesifik.
  4. Gunakan BuzzSumo atau Ahrefs Content Explorer untuk melihat konten-konten terbaik dalam suatu topik.
  5. Ikuti proses mendapatkan ide tulisan di WhattoWrite.org.
  6. Baca panduan mencari topik konten ini.

Setelah dapat idenya, pastikan memenuhi salah satu dari STEPPS.

Ingat, pemilihan topik adalah bagian terpenting dari konten unggulan. Karena itu, jangan remehkan tahapan ini.

 

Perencanaan Konten dengan Trello

“Niche website saya terlalu sempit. Tidak ada linker dan topik yang pas untuk niche ini!”

Ini permasalahan utama orang-orang ketika membuat konten unggulan.

Beberapa bulan yang lalu seorang pembaca PanduanIM menghubungi saya. Ternyata dia punya bisnis penyewaan scaffolding, jadi dia ingin membuat konten seputar scaffolding.

Sulit kan…mana ada website besar yang niche nya scaffolding.

Ada jalan keluarnya!

Manfaatkan niche tetangga.

Maksudnya, scaffolding itu kan di industri konstruksi. Di dalam industri konstruksi, ada banyak website dengan topik rumah, arsitektur, sipil, dan lain-lain.

Niche tetangga itu yang bisa kita manfaatkan.

Contoh lain, anda memiliki bisnis penjualan kosmetik dan ingin mendapatkan traffic dengan cara membuat konten unggulan. Tetapi, di Indonesia jarang (atau tidak ada) blog tentang kosmetik.

Anda bisa membuat konten yang menyilangkan antara kosmetik dengan niche lain.

Perhatikan contoh berikut ini:

  • Kosmetik & Fashion: kosmetik yang cocok untuk jenis fashion tertentu
  • Kosmetik & Wedding: teknik makeup untuk wedding
  • Kosmetik & Kesehatan: pengaruh kosmetik terhadap kesehatan kulit
  • Kosmetik & Karir: tips makeup ketika wawancara kerja
  • Kosmetik & Travel: tips membawa kosmetik secukupnya ketika berlibur

(Ngomong-ngomong, saya bukan ahli kosmetik jadi mungkin di contoh ini ada topik yang kurang masuk akal)

Dengan ini, niche yang sempit bisa menyentuh berbagai niche lain yang lebih besar. Sehingga semakin banyak linker yang relevan dengan anda.

Terakhir untuk tahap 2:

Dalam pembuatan konten, yang tidak boleh anda lewatkan sama sekali adalah judulnya. Percuma topiknya bagus, tapi judulnya tidak menarik.

Setelah selesai membaca, lanjutkan ke panduan membuat judul.

Langkah 3 – Lakukan riset untuk membuat konten yang berbobot

Membuat konten itu mudah, tapi untuk membuat konten unggulan yang berkualitas supaya mendapatkan backlink, anda harus melakukan riset.

Jarang ada koten berkualitas yang isinya langsung keluar dari kepala begitu saja. Kalau anda membuat konten seperti ini, hasilnya jadi dangkal dan berantakan. Pasti.

Jadi, silahkan lewatkan langkah ini kalau anda ingin kontennya sia-sia.

Ada 1 kesalahan yang paling umum…

…kalau anda melakukan kesalahan ini, konten anda tidak akan pernah mendapatkan backlink, apalagi masuk ke halaman 1 Google.

Ini dia kesalahannya:

Meniru isi artikel dari website lain.

Bukan, bukan copy-paste duplikat konten. Artikelnya ditulis ulang…tapi poin-poin pembahasannya persis sama dengan artikel aslinya atau hanya diacak urutannya.

Memang akhirnya Google tidak menganggap ini sebagai duplikat, tapi kita sebagai manusia sadar bahwa artikel tersebut hanya ditulis ulang.

Tidak ada informasi baru di dalamnya.

JANGAN pernah lakukan kesalahan tersebut.

Dalam konten unggulan, kita harus membuat linker kagum dengan konten kita. Kalau poin-poin isi dari artikel anda tidak unik dan asli, mustahil tujuan ini tercapai.

Sekali lagi, jangan.

Buatlah konten yang benar-benar asli, bukan tulis ulang. Kumpulkan bahan tulisan dari riset, kemudian susun menjadi artikel baru.

Advertisements