Landing Page

Cara membuat landing page yang mendapat konversi tinggi dengan teknik copywriting

Bagus tidaknya sebuah landing page ditentukan oleh berbagai hal, dan itupun akan berdampak pada tingkat konversi, untuk membuat tingkat konversi tinggi dibutuhkan sebuah teknik. Disini kita akan gunakan teknik copywriting.

Sebagus apapun sebuah landing page, sebagus apapun desainnya, sebaik apapun kecepatannya tapi kalau teknik penulisannya tidak tepat, maka tidak akan mendapatkan konversi. Sebaliknya ketika kita menggunakan teknik copywriting dalam penulisannya, pasti akan mendapatkan konversi, sekalipun desainnya kurang bagus.

1.Tentukan satu tujuan akhir landing page

  • Pembelianproduk
  • Memasukkan alamat email
  • Mendaftar akun
  • Mendaftar webinar
  • Menghubungi anda via email dan/atau telepon
  • Mendownload

Lalu bagaimana kalau mempunya lebih dari satu tujuan akhir?

Buatlah lebih dari 1 landing page. Misalnya tujuan akhir landing page kita adalah membeli, cara transfer dan konfirmasi pembelian. Dengan memasang tombol pembelian, kemudian akan diarahkan ke cara pembayaran, setelah pembayaran selesai barulah diarahkan lagi ke konfirmasi pembelian. Ini akan sangat efektif daripada semuanya ditumpuk dalam satu halaman.

2. Komponen utama landing page yang efektif

  • Headline
  • Gambar/video
  • Subheadline
  • Badan/isi/penjelasan
  • Social proof/testimonial
  • Call to action (CTA)

Headline dari landing page anda harus:

  • Tidak membosankan
  • Langsung bisa dipahami
  • Tidak bertele-tele
  • Menyajikan manfaat
  • Terasa personal

Subheadline yang memperjelas dan memperkuat headline

keberadaan subheadline tidak wajib, karena headline harus bisa menangkap perhatian dalam 8 detik. Maka isinya harus singkat,   padat dan tetap jelas.

Manfaat atau solusi permasalahan sebagai badan dari landing page

sebutkan sebuah manfaat produk yang kita jual untuk mereka

Social proof/testimonial yang mampu mempengaruhi keputusan

Social proof adalah salah satu elemen yang mempengaruhi   seseorang dalam pengambilan keputusan. Buatlah testimoni tapi   jangan sampai terlihat palsu.

3. Call to Action (CTA)

CTA itu menyeramkan…

Sebuah tombol “beli” atau “bayar” saja bisa membuat pembaca berpikir 7 keliling.

Penempatan CTA secara umum ada dua

Above the fold atau bagian yang sudah langsung tampak di layar ketika landing page baru dibuka tanpa perlu melakukan scroll ke bawah. Untuk landing page pendek gunakanlah metode ini.

Dipaling bawah (sesuai AIDA) . Adalah tempat yang paling ideal untuk landing page panjang.

Tapi untuk lebih amannya bisa ditempatkan di dua hal sekaligus.

Keduanya belum tentu optimal

Semuanya tergantung struktur dan copy yang sudah anda buat. Maka dari itu sebaiknya lakukan pengujian

Lakukan pengujian untuk hasil terbaik

Dalam copywriting dan landing page, kita tidak mengenal “senjata rahasia” yang ampuh untuk semua kondisi.
Tidak ada template yang selalu bisa memberikan konversi tertinggi.
Kita bisa mempelajari konsepnya, tapi dalam penerapannya karena penawaran setiap orang berbeda-beda maka yang bisa anda lakukan adalah mengaplikasikan konsep tersebut menjadi copy ciptaan anda sendiri.
Dan hasilnya tidak akan pernah sama.
Karena itulah kita sendiri yang harus melakukan pengujian.

Gunakanlah Google Analytic atau optimizely.com

Advertisements