Memahami Content Marketing

Content marketing adalah strategi pemasaran dimana kita merencanakan, membuat, dan mendistribusikan konten yang mampu menarik audiens yang tepat sasaran, kemudian mendorong mereka menjadi kustomer.

Ada 2 salah paham tentang content marketing yang sering terjadi, terutama di Indonesia.

…dan ini koreksinya:

#1 Content marketing bukan (hanya) tentang mempromosikan konten

Karena dalam bahasa Indonesia marketing atau pemasaran sering dikaitkan dengan promosi, orang awam suka menganggap pemasaran konten artinya mempromosikan konten.

Bukan, content marketing bukan cuma tentang promosi.

Melainkan juga mencakup proses perencanaan, pembuatan, dan analisanya…

…dan tidak hanya itu.

Dalam pemasaran kita mengenal istilah marketing funnel atau purchasing funnel. Tahapan yang dilalui oleh seorang calon kustomer mulai dari pengenalan hingga pembelian.

Mari kita gunakan cerita untuk mempermudah penjelasan.

Anggaplah ada seseorang bernama Budi.

Ketika Budi akan melakukan pembelian, tentunya dia tidak langsung tiba-tiba membeli. Sebelum itu, ada proses yang Budi lalui…ini prosesnya:

Marketing funnel

Ceritanya seperti ini:

Budi sadar bahwa dia punya suatu permasalahan. Karena itu Budi butuh informasi lebih dalam mengenai permasalahan yang dia alami, serta apa solusi yang tepat.

Dari proses menggali informasi tadi, Budi ternyata menemukan anda sebagai solusi terbaik untuk permasalahannya.

Setelah itu, barulah Budi yakin untuk melakukan pembelian.

Dari cerita ini, kita masuk ke salah paham yang kedua…

#2 Konten marketing bukan berarti konten yang berisi marketing (atau penjualan)

Inilah kesalahan yang paling sering dilakukan oleh bisnis yang melakukan content marketing.

Begini…

Ingat kembali yang pertama dilakukan oleh Budi.

Budi mencari informasi tentang permasalahannya, serta solusi yang tepat.

Maka dari itu, konten dalam content marketing mestinya sebagian besar berisi informasi dan panduan yang memberikan solusi atas permasalahan.

Dari situ, Budi akan mengenal anda.

Setelah Budi mengenal anda, baru kemudian anda bisa mendorong Budi untuk melakukan pembelian.

Masuk akal?

Artinya, dalam content marketing kita akan menyediakan konten untuk masing-masing tahap dalam marketing funnel.

Contohnya seperti ini:

  1. Awareness: Sediakan konten yang menyelesaikan permasalahan besar dari orang-orang yang menjadi target pasar anda, tanpa unsur penjualan sama sekali. Tujuannya untuk menarik perhatian mereka dan meningkatkan reputasi anda di mata mereka.
  2. Evaluation: Berikan konten mengenai permasalahan yang lebih mendalam dan jelaskan bahwa produk/layanan anda adalah solusi utamanya.
  3. Purchase: Dalam tahap ini barulah anda membuat konten yang bisa memancing penjualan.

Hanya sebagian kecil yang berisi penjualan.

Bandingkan: ada sebuah bisnis yang tidak memiliki strategi pemasaran konten. Mereka hanya membuat konten yang isinya tentang produk/layanan mereka sendiri…

…bukan konten yang dicari-cari oleh Budi.

Akibatnya,

  • Budi tidak akan menemukan bisnis anda
  • Budi tidak akan tertarik untuk membeli dari anda

Bayangkan anda bertemu orang yang tidak dikenal, orang ini setiap hari hanya menawarkan produk yang mereka jual kepada anda. Pasti anda akan merasa terganggu.

Jadi content marketing bisa memberikan 3 hasil bagi anda:

  1. Mendapatkan calon kustomer baru
  2. Membangun rasa percaya
  3. Meningkatkan penjualan

Oleh karena itulah content marketing menjadi “juara” dalam pemasaran digital.

Lihat saja statistik dari Marketo ini:

Statistik content marketing

Silahkan lanjutkan ke masing-masing bab untuk mempelajari lebih lanjut bagaimana melakukan content marketing.

Advertisements

One thought on “Memahami Content Marketing

  1. Pingback: Internet Marketing

Comments are closed.