Kesalahan yang sering terjadi

Ketika anda melakukan strategi sosial media marketing, agar anda terhindar dari kegagalan. Alangkah baiknya anda memahami dulu mengenai apa itu sosial media marketing

Selain itu, mari kita amati orang-orang yang melakukan sosial media marketing dari berbagai macam media sosial. Anda hitung berapa jumlah orang yang gagal dan yang sukses.

Rata-rata dari mereka mengalami kegagalan dan hanya sedikit yang sukses.

Atau mungkin anda berada di kategori orang yang nengalami kegagalan atau bisnis anda laku tapi tidak mendapatkan hasil penjualan yang lebih baik dari sebelumnya.

Anda tidak perlu kecewa lantas putus asa, mari kita evaluasi strategi marketing kita. Tapi, anda harus terlebih dahulu mengetahui mengenai kesalahan-kesalahan yang sering di lakukan di media sosial.

Berikut adalah kesalahan-kesalahan yang sering di lakukan oleh pelaku bisnis di sosial media marketing:

1 – Berharap penjualan langsung dari social media

Kebanyakan para pengguna sosial media membuka akun mereka hanya untuk mengetahui kabar keluarga atau hanya untuk mengobrol apa yang mereka sukai. Bukan untuk membeli sesuatu.

Di situlah letak kesalahan kita. Kita terlalu fokus untuk meningkatkan penjualan tanpa melihat kebiasaan target kita di sosial media.

lalu, apa yang harus saya lakukan?

Ubah tujuan anda.

Anda memang memiliki tujuan utama untuk meningkatkan penjualan , jangan lupakan itu. Namun, anda harus mengesampingkan tujuan utama tersebut lebih dulu. Ubah tujuan anda untuk membangun Brand terlebih dulu.

Ingat ini ,

Tujuan anda di sosial media bukanlah untuk berjualan melainkan membangun brand dan reputasi

Ketika anda sudah membangun brand dan reputasi, otomatis para pengguna media sosia sudah mengenal dan merasa akrab dengan anda. Pada saat itulah, anda akan mendapatkan dampak positif dari strategi tersebut, coba lakukanlah penawaran.

2 – Selalu berbicara tentang diri sendiri

Hal yang umum di lakukan di sosial media adalah seperti ini:

top 10 penggunaan social media

Tidak ada pengguna sosial media yang bertujuan untuk membeli produk-produk tertentu.

Mereka tidak perduli dengan anda, barang yang anda tawarkan,

Mereka hanya perduli pada diri mereka sendiri.

Bagaimana solusinya?

Berikan apa yang mereka cari, salah satunya adalah konten yang menarik bagi mereka. Dengan begitu, barulah akun anda layak untuk di-follow.

3 – Menganggap konten adalah raja

Tanpa konten yang berkualitas mustahil bisa mendapatkan hasil yang bagus, karena itulah konten di sebut juga dangan “raja”

Tapi, ada yang lebih penting dari konten yaitu Konteks

Apa itu konteks?

Konteks adalah latarbelakang sebuah kejadian, ide, pernyataan, atau gagasan sehingga semuanya terhubung dan bisa dipahami dengan jelas.

Di awal tadi memang mengatakan kalau konten yang menarik dapat membawa follower yang banyak, tapi apakah follower tadi tertarik untuk membeli produk anda?

Jawabanya adalah tidak..

Apa yang harus anda lakukan?

Ciptakanlah Buyer Persona.

Apa itu?

Buyer persona adalah gambaran dari oranga-orang yang akan membeli produk anda.

Misalnya produk anda adalah produk kecantikan, maka personanya adalah para remaja yang suka sekali merawat kecantikan mereka. Baru setelah itu anda buat konten yang menarik buat mereka.

4 – Menggunakan social media dengan cara yang salah

Menggunakan sosial media hanya untuk memposting konten tanpa adanya sosialisasi. Di sinilah kesalahan yang sering di lakukan oleh orang yang baru pertama kali menggunakan media sosial sebagia media marketing mereka.

Mereka tidak melakukan sosialisasi dengan target mereka.

sosial media bukan hanya tempat untuk memposting sesuatu, tapi sosial media adalah tempat untuk bersosialisai dengan banyak orang di berbagai tempat di penjuru dunia.

Jadi yang harus anda lakukan adalah:

Bersosialisasi jika tujuan anda adalah untuk membangun trafik.

Kalau anda sudah punya sumber traffic lain, misalnya blog/website, iklan, dll.Jadikan social media  sebagai tempat berkomunikasi dengan mereka.

Anda bisa masuk ke grup-grup tertentu yang sesuai dengan bisnis anda, lalu lakukan hal berikut :

  • Membuat post yang menarik
  • Menjawab pertanyaan-pertanyaan orang lain
  • Berdiskusi yang bermanfaat
  • Mengundang mereka ke tempat anda

Anda juga bisa bersosialisasi dengan cara  berkomunikasi dengan orang-orang yang menulis komentar dan mention untuk akun anda

5 – Menggunakan cara licik untuk mendapatkan follower dan like

Atau saya menyebutnya dengan membeli follower/like.

Memang dengan begitu anda akan mendapatkan banyak follower dan like, namun apakah follower tersebut mengenal anda?

Tidak bukan?

Mereka tidak akan berinteraksi dengan anda. Justru hal itu akan sangat membahayakan bagi page anda. Page anda bisa-bisa di anggap sebagai page spam.

Jadi, Carilah follower dan like dengan cara yang baik, yang natural. Buatlah konten yang menarik hingga membuat target anda tertarik untuk memfollow atau melike halaman anda.

6 – Menggunakan prinsip 4P, bukan 4E

Apa tuh 4P dan 4E?

4P adalah salah satu strategi pemasaran yang di gunakan untuk melakukan identifikasi keberadaan bisnis kita jika di tinjau dari :

  • Product : Membicarakan mengenai keunggulan produk
  • Price : Memberi tahu harga produk dan diskon
  • Promotion : mengajak mereka untuk membeli
  • Place : Memberitahu lokasi toko anda

Dengan begitu, anda akan tahu posisi bisnis anda untuk melakukan strategi pemasaran yang tepat.

Ke empat hal tadi and gunakan sebagai prinsip, jangan anda terapkan ketika anda melakukan strategi ini ke sosial media.

Kalau anda melakukan hal ini, follower anda malah akan kabur.

Solusinya adalah :

Gunakan 4P di belakang layar, ketia anda di depan layar lakukanlah 4E.

  • Engage: ajak mereka berinteraksi
  • Educate: buat konten yang informatif, mendidik, bermanfaat
  • Excite: buat konten yang membuat mereka antusias agar mereka kembali lagi kepada anda
  • Evangelize: buat mereka supaya merekomendasikan produk anda kepada orang lain

Dengan melakukan ke empat strategi di atas, maka sosial media marketing anda sukses.

7 – Social sebagai satu-satunya media pemasaran

Punya banyak follower, banyak like dan sebagainya. Sehingga strategi sosial media marketing anda sukses ketika itu.

Apakah anda pernah membayangkan jika suatu ketika halaman sosial media anda tidak menjadi tempat yang tidak efektif lagi untuk melakukan pemasaran.

Jumlah follower dan liker yang mungkin sudah berjumlah sekian ribu tidak akan ada artinya lagi. Artinya, anda harus memulai usaha anda dari nol kembali.

Pusing bukan?

Bagaimana cara untuk menanggulangi masalah tersebut?

Jangan gunakan media sosial sebagai satu-satunya tempat pemasaran anda.

Dalam dunia marketing online, kita mengenal 4 jenis media :

*Owned media : Media yang sepenuhnya milik anda sendiri, sperti website, list email, blog.

*Paid media : Iklan berbayar

*Earnet media : Kustomer anda yang merekomendasikan bisnis anda

*Rented media : Sosial media seperti Facebook dan lain-lain.

Ingat, sosial media hanyalah sarana yang anda gunakan untuk membangun brand. Tempat tersebut bukanlah milik anda, tapi milik penciptanya (Facebook itu milik Mark Zuckerberg). Jangan sampai anda menganggap sosial media adalah tempat anda, ‘rumah’ anda. Buatlah ‘rumah ‘ anda sendiri, bangunlah website dan ajaklah mereka kesana.

Jangan lakukan :

  • Mencari ‘pembeli langsung’ di social media
  • Menggunakan FB Ads untuk langsung mendapatkan pembeli
  • Membuat konten hanya di social media
  • Membuka “toko” di social media

Yang harus anda lakukan adalah :

  • Bangun brand di social media
  • Gunakan FB Ads untuk mendapatkan kontak mereka
  • Buat konten di website sendiri, gunakan social media sebagai tempat distribusinya
  • Bawa orang yang ingin membeli ke website anda

Jadi, buatah agar owned media menjadi lebih besar di bandingkan rented media anda.

 

Sekarang anda sudah mengetahui kesalah-kesalahn yang sering di lakukan oleh pelaku bisnis yang menggunakan media sosial sebagai sarana pemasaran produk mereka.

semoga bermanfaat

 

Advertisements