6 Tahap Menyusun Strategi Content Marketing

Kita sudah paham bahwa content marketing sangat ampuh untuk 2 hal ini:

  • Mendatangkan pengunjung
  • Mendorong mereka untuk membeli

untuk mendorong kedua faktor tersebut makanya harus ada strategi supaya apa yang diharapkan bisa terjadi.

1. Memahami 3 tujuan dari konten

Tujuan content marketing adalah untuk:

  1. Mendatangkan visitor
  2. Meningkatkan kepercayaan
  3. Penjualan

Ketika menulis konten jangan terlalu nafsu untuk mendapatkan pembeli. Bayangkan kalau anda mampir ke sebuah website, lalu semua artikel di sana isinya menyuruh anda untuk membeli produk mereka. Pasti justru jadi tidak ingin membeli.

2. Mengenali audiens atau target pasar anda

Prinsip content marketing: membantu menyelesaikan masalah dulu, baru menjual. Berarti sekarang kita harus menyediakan konten yang menyelesaikan masalah (yang berhubungan dengan apa yang kita jual). Supaya tahu masalahnya, kita harus “kenal” dengan mereka.

Cara mengenalnya? Dengan membuat buyer persona. Buyer persona adalah representasi semi-fiktif yang menggambarkan kustomer ideal berdasarkan riset pasar dan data dari kustomer anda.

Kita kumpulkan semua informasi untuk jadikan sebuah karakter. Lebih lengkapnya mengenai data yang diperlukan:

  1. Pekerjaan: jabatan dan deskripsi pekerjaan
  2. Biodata: umur, perkiraan penghasilan, pendidikan, keluarga
  3. Hobi, rutinitas, ketertarikan, perilaku ber-internet
  4. Ambisi (tujuan) dan halangan/tantangan
  5. Apa yang bisa anda bantu untuk mencapai tujuan

3. Buat perencanaan & pemetaan konten

Ada 2 jenis konten yang sering kita temui di internet. Saya suka mengibaratkan konten ini seperti nasi putih dan nasi merah.

  • Nasi putih itu “ringan”, dikonsumsi oleh mayoritas masyarakat Indonesia.
  • Sedangkan nasi merah itu lebih berat, nutrisinya lebih banyak,isinya lebih mendalam, tentang industri bisnis anda, tapi hanya orang-orang di kalangan tertentu yang suka mengkonsumsi nasi merah.

Supaya lebih formal, kita pisahkan jenis konten tersebut menjadi 3: misalkan anda punya bisnis menjual tiket pesawat.

  1. Konten pengenalan?>>“50 tujuan wisata terpopuler di Asia Tenggara”
  2. Konten branding >>“Persiapan berlibur ke luar negeri”
  3. Konten penjualan >> “Panduan menemukan tiket pesawat murah”

4. Memahami strategi pembuatan konten

Untuk memahami pembuatan konten perhatikan gambar berikut.

6 Tahap Menyusun Strategi Content
6 Tahap Menyusun Strategi Content

Dilihat dari proses pembuatannya, konten pengenalan punya tingkat kesulitan paling rendah sedangkan konten penjualan memiliki tingkat kesulitan tertinggi. Maka dari itu jumlahnya menyesuaikan tingkat kesulitan.

Konten branding dan penjualan akan berdampak langsung pada penjualan. jadi kualitasnya HARUS tinggi. Sedangkan konten pengenalan harus dibuat supaya bisa jadi populer.

Umumnya, konten pengenalan itu artikel, video, dan social media.

Tipe konten seperti eBook, studi kasus, infografis, dan yang lainnya memang lebih sulit dibuat daripada artikel biasa tapi sangat efektif kalau anda manfaatkan sebagai konten branding.

5. Lakukan distribusi konten

Ini tahapan mendistribusikan konten:

  1. Pastikan anda sudah memiliki konten yang luar biasa. Mempromosikan konten yang tidak berkualitas justru akan merusak reputasi anda
  2. Install alat bantu analisa seperti Google Analytics
  3. Sediakan metode untuk “menangkap” pembaca, lakukan email list building
  4. Terakhir, ini intinya: pelajari metode promosi konten yang benar

6. Ukur dan analisa hasil kerja

6 Tahap Menyusun Strategi Content
6 Tahap Menyusun Strategi Content

Alat ukur yang termudah dan gratis bisa menggunakan  Google Analytics.

Tolak ukur keberhasilan untuk konten pengenalan:

  1. Jumlah visitor
  2. Jumlah share ke social media
  3. Jumlah backlink

Tolak ukur keberhasilan untuk konten branding:

  1. Jumlah subscriber
  2. Tingkat konversi pelanggan
  3. Jumlah follower di akun jejaring social

Tolak ukur keberhasilan untuk konten penjualan:

  1. CTR menuju landing page/halaman penjualan
  2. Pendapatan
  3. Tingkat konversi penjualan
  4. ROI, perbandingan antara biaya yang dikeluarkan untuk konten dengan pemasukan yang didapatkan dari konten
Advertisements