Strategi Keyword

Strategi Keyword

Setelah melakukan riset keyword langkah selanjutnya yaitu memilih keyword yang benar, kemudian menggunakan keywordnya dan yang sering jadi pertanyaan adalah berapa harus menyertakan menyertakan keyword di dalam konten?

berikut langkah-langkahnya:

1. Melakukan analisa tingkat kesulitan

Untuk memulai langkah Pertama, Anda harus tahu tingkat kesulitannya terlebih dulu.

Sebelumnya sudah saya bahas Cara menganalisa persaingan keyword ada beberapa cara mulai dari yang manual (dengan MozBar atau SEOQuake) atau yang otomatis (dengan TermExplorer).

saya akan membahas dari yang manual terlebih dulu.

Analisa manual tahap 1 – Filter keyword yang volumenya cukup tinggi

Karena jumlah keywordnya sangat banyak, maka anda harusmengurangi terlebih dulu. Untuk volume pencariannya sangat rendah anda sembunyikan atau sisihkan terlebih dulu.

Dan Anda bisa  mencari kemudian mengambil yang volumenya cukup tinggi.

Analisa manual tahap 2 – Mendapatkan nilai kesulitannya

pada tahap ini anda bisa analisa lagi keyword yang tersisa

Lakukan pencarian di Google dengan keyword yang tersisa:

Klik tombol hijau “Get Keyword Difficulty” pada sebelah text bok  pencarian google di browser anda,  jika anda sudah menginstal mozbar atau kalau anda belum menginstal, Anda bisa menginstall MozBar terlebih dahulu.

Setelah hasil keluar, buat kolom tambahan di sebelah paling kanan dalam spreadsheet tadi, judulnya “Difficulty”.

Tambahkan-kolom-difficulty

Nah tadi adalah 2 cara yang manual yang cukup praktis, namun jika anda ingin yang lebih praktis lagi anda bisa menggunakan tols termexplorer, dengan termexplorer anda bisa  menganalisa ratusan bahkan ribuan keyword sekaligus.

Analisa otomatis – dengan TermExplorer

Menganalisa keyword dengan bantuan tols termexplorer ini langkahnya akan jadi lebih mudah dan praktis.

berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Klik menu Keyword Analyzer di bagian atas, klik ‘Start a Keyword Analyzer Project’.
  2. Paste keyword dari file Excel yang sudah anda simpan.
  3. Sebelum menekan tombol ‘Start Project’ ubah negaranya

Tunggu beberapa detik/menit.

Setelah selesai, klik tombol Download CSV:Save-dalam-format-CSV

Kemudian file ini bisa anda buka di Microsoft Excel atau Google Sheets.

Dibandingkan cara manual, TermExplorer akan menghasilkan analisa yang jauh lebih lengkap.

Difficulty Score bisa anda lihat di kolom paling kanan:Difficulty-Score-di-TermExplorer

Selesai!

Dalam satu langkah saja kita bisa mengetahui tingkat kesulitan banyak keyword sekaligus, yang ini jauh lebih mudah.

Ada satu cara lagi, analisa semi-otomatis menggunakan Long Tail Pro.

Satu-satunya kelemahan dari TermExplorer yaitu jumlahnya dibatasi. Kalau kita ingin analisa banyak keyword, maka kita harus bayar lebih. Kalau daftar keyword kita sedikit sih tidak masalah. Tapi kalau kita punya banyak keyword, bakal jadi mahal.

Analisa semi-otomatis – dengan Long Tail Pro

Kalau termexplorer jumlahnya dibati dan jika ingin lebih maka harus membayar mahal maka jalan tengahnya  adalah menggunakan Long Tail Pro.

Dengan Long Tail Pro, anda bisa dengan mudah mem-filter, mengurutkan, dan mendapatkan tingkat kesulitannya.

Berikut adalah langkah-langkahnya:

1. Klik Find Keywords, kemudian klik ‘Add My Own Keywords’

Paste semua keyword anda, kemudian klik Generate Keywords & Fetch Data kemudian tunggu sampai selesai, berikut contoh gambarnya:

Dapatkan-data-keyword-dari-long-tail-pro

2. Kemudian klik Calculate untuk mendapatkan tingkat persaingannya

Mendapatkan-keyword-difficulty-di-long-tail-pro

Meskipun lebih lambat daripada TermExplorer, tapi anda bisa melakukan analisa sebanyak-banyaknya.

Prosesnya juga lebih mudah daripada manual.

2. Menentukan prioritas keyword

Untuk menentukan prioritas keyword Caranya cukup mudah.

Pertimbangannya kira-kira seperti ini :

  1. Hindari keyword dengan volume (Avg. Monthly Searches) rendah tapi difficulty tinggi
  2. Prioritaskan keyword dengan volume tinggi dan difficulty rendah
  3. Prioritaskan keyword dengan volume menengah dan difficulty sangat
  4. Prioritaskan keyword dengan volume rendah, difficulty rendah, tapi sangat relevan dengan target pasar anda
  5. Prioritaskan semua keyword yang sangat relevan, terlepas dari difficulty-nya
  6. Hapus keyword yang tidak masuk akal

Kemudian ada 2 hal lagi yang perlu dipahami:

>>1. Jangan hapus keyword-keyword dengan volume dan difficulty tinggi. Ini masih bisa digunakan nanti saat website anda sudah cukup besar.

>>2. Ada baiknya anda lakukan analisa manual lagi untuk website-website di halaman pertama Google untuk tiap keyword yang anda incar. Karena angka persaingan tidak selalu akurat.

Untuk mencatat prioritasnya, buat kolom baru bernama Priority di Excel anda. Kemudian masukkan angka dari 1, 2, 3, dan seterusnya sesuai prioritas yang anda inginkan.

kolom priority ini bisa anda gunakan sebagai list dan setiap kali anda ingin membuat konten baru, anda bisa menggunakan keyword tersebut berdasarkan urutan prioritasnya.

Prioritas berdasarkan jenis keyword

Selain persaingan dan volume, ada satu pertimbangan lagi yaitu search intent.

berikut yang perlu anda pertimbangkan.

  • Informational
  • Navigational
  • Commercial investigation
  • Transactional

Jika anda belum tahu search intent Baca Search Intent Keyword

Namun pada tahap ini navigational tidak digunakan. jadi tinggal 3 yang perlu anda gunakan untuk pertimbangan.

Lalu Jenis mana yang harus di utamakan?

Anda bisa mempertimbangkan dari sisi kualitas dan kuantitas.

Secara kualitas yaitu untuk konten di keyword transactional harus yang paling tinggi sedangkan informational paling rendah. Sebaliknya jika Secara kuantitas yaitu keyword informational lebih tinggi daripada transactional.

Jadi upayakan supaya halaman-halaman website anda yang mengincar keyword transactional jumlahnya tidak terlalu banyak tapi harus SANGAT berkualitas.

Karena Pengunjung tidak suka melihat banyak konten yang menawarkan produk.

Tujuan utama orang-orang browsing online adalah untuk mencari informasi dan mencari solusi permasalahan, maka dari itu sediakanlah banyak konten yang bermanfaat bagi mereka.

3. Memahami jenis konten yang tepat untuk keyword tertentu

Untuk memahami jenis konten yang tepat untuk keyword anda perlu tahu bahwa konten itu bukan cuma artikel bukan juga cuma video atau gambar. Namun ada jenis kontent lain diantaranya termasuk tool, file untuk didownload, review dari pembeli, halaman penjualan produk dsb.

Intinya apapun yang ada di sebuah halaman website adalah konten.

Untuk keyword commercial investigation dan transactional, biasanya yang kita butuhkan bukan konten artikel, video, atau gambar.

Cara mengetahui tipe konten yang tepat

Sebetulnya tidak sulit tapi sayangnya, banyak pemilik website yang tidak peduli. Mereka lebih suka membuat konten artikel, karena mudah. namun yang terjadi malah percuma karena tidak ada hasilnya

Jadi mulai sekarang, jangan lagi buru-buru membuat artikel untuk semua jenis keyword.

Perhatikan kebutuhan kontennyaterlebih dulu.

4. Menggunakan keyword di dalam konten

Sejak Google meluncurkan algoritma bernama Hummingbird. SEO sekarang tidak seperti pada tahun sebelum 2013.

jika pada jaman dahulu SEO berjalan menggunakan keyword hasil riset secara berulang-ulang di dalam halaman websitenya. Tujuannya supaya Google paham bahwa halaman tersebut mengincar keyword tersebut.

Misalnya artikel dengan keyword “cara menghilangkan virus komputer”. Kemudan keyword tersebut ditulis berulang-ulang kali, dan penulisannya persis seperti keyword yang muncul dari Google Keyword Planner. Setelah itu, diberikan hiasan bold/underline/italic.

Kalau Sekarang tidak perlu pusing-pusing menggunakan keyword di dalam konten. Asalkan kita membuat konten yang isinya tentang keyword tersebut, Google akan paham.

Jadi, untuk keyword tadi, anda tinggal membuat artikel yang berisi panduan menghilangkan virus komputer. Tidak perlu menulis keywordnya persis seperti itu.

Jadi seperti itu cara kerjanya.

Dengan adanya Hummingbird, Google bisa paham TOPIK dari sebuah halaman meskipun kita sama sekali tidak menulis keywordnya.

Jika sekarang cara kerjanya seperti itu bagaimana cara penggunaan seo diera sekarang ini?

Apa yang harus dilakukan?

Yang anda harus lakukan pertama kali adalah Jangan pedulikan SEO sama sekali saat anda membuat konten. Gunakan keywordnya sebagai topik saja, kemudian buatlah konten yang “apa adanya” tanpa perlu pusing dimana menempatkan keyword tersebut.

Selain itu, anda juga tidak perlu mem-bold/italic/underline setiap kali keywordnya muncul.

Kalau terlalu dipikirkan, justru konten anda jadi tidak enak dinikmati. Tapi bukan berarti keywordnya tidak digunakan sama sekali.

Ada 3 tempat dimana kita sebaiknya menyertakan keyword:

  1. Judul halaman
  2. URL
  3. Backlink

Itu saja.

Semoga bermanfaat.

Advertisements