Panduan Melakukan Keyword Research

Bicara soal keyword research, apakah penting melakukan keyword research ? Iya dan sangat-sangat penting. Namun beberapa orang masih menghiraukannya dan hanya asal membuat kata kunci.

Sebenarnya tidak semua kata kunci itu sama. Ada keyword yang sepi, adapula yang sering dicari.

Contoh kita membuat website yang isinya menjual sebuah produk, kemudian kita menargetkan keyword-keyword yang volume pencariannya besar dengan menggunakan Google Keyword Planner. 1 minggu kedepan pengunjung berdatangan ke website kita. namun ternyata tidak ada pengunjung yang membeli produk yang kita tawarkan di website kita.

La kok bisa gitu ? Ya bisa, karena kita menargetkan kata kunci yang salah.

Perlu kita ingat dan garis bawahi, tujuan dari riset kata kunci/keyword reseacrh bukan sekedar menemukan kata kunci yang jumlah pencariannya terbanyak, bukan sekedar mendatangkan pengunjung, melainkan untuk mendatangkan pengunjung dengan tepat sasaran.

Jika kita menginginkan mereka membeli produk kita, kita harus menargetkan kata kunci/keyword yang digunakan orang yang ingin membeli ( Search Intent ).

Apa itu seacrh intent? Dapat kita baca disini “Search Intent”.

Itu tadi baru permulaan, masih ada lagi kesalahan yang tidak disadari saat melakukan riset kata kunci. Masalahnya adalah sebuah kebiasaan yang sudah menular, yaitu kebiasaan setiap mau riset kata kunci pasti pertama kali yang dilakukan adalah membuka Google Keyword Planner, setelah itu memasukkan keyword, Kebiasaan ini sebenarnya salah terutama untuk pemilik website baru.

Saya beri contoh lagi, misalkan kita punya website jasa kursus bahasa itali, kemudian kita ingin menjadi peringkat 1 untuk kata kunci “kursus bahasa itali”. Dan ada jadikan kata kunci itu sebagai target utama. Sampai di situ belum ada masalah, inilah masalahnya.. seperti orang yang menghiraukan keyword research kita langsung memasukkan kata kunci utamanya ke dalam Google Keyword Planner.

Dan hasil yang kita dapatkan seperti gambar dibawah ini.

Selanjutnya kita ingin mendapatkan rangking 1 untuk kata kunci semua yang ada digambar tadi. Akhirnya kita membuat artikel sebanyak 6 artikel, dan masing-masing artikel menggunakan kata kunci yang ditampilkan pada gambar di atas tadi. 1-2 minggu sudah lewat, namun ternyata tidak ada satupun artikel yang kita buat tadi yang mendapatkan peringkat bagus di Google, malahan terkena pinalti dari Google.

Kok bisa kena pinalti ? dimana salahnya ?

Coba tengok lagi keyword tadi, kita membuat artikel yang masing-masing menargetkan keyword yang ada di gambar tadi, dan alhasil di website kita artikelnya akan menjadi mirip semua/tidak ada variasi.

Dan alhasil pengunjung menganggap website kita adalah website asal-asalan, yang akan membuat pengunjung langsung pergi karena tidak menemukan apa yang sedang dibutuhkan. Bahkan mesin pencari seperti google akan menganggap website kita tidak berkualitas.

Itulah kenapa website kita bisa terkena pinalti. Itu tadi sebagai contoh yang sering dilakukan oleh mereka yang menghiraukan keyword.

Bagaimana kita sudah mengerti ? sebenarnya Google Keyword Planner BUKANLAH tool untuk menemukan keyword/kata kunci baru. Hal ini wajib diberitahukan kepada para pemula.

 

Advertisements