Content Marketing

Pemasaran konten atau Content marketing

SEO dan konten marketing saat ini seperti dua sisi dalam sebuah koin.

Kalau dulu, kesalahan yang sering terjadi seorang content marketer tidak memperhatikan SEO. Demikian pula dengan seorang praktisi SEO, tidak memperhatikan konten.

Kedua pihak sama-sama menganggap percuma.

Akibatnya, proses pengembangan website tidak berjalan maksimal.

Strategi konten marketing yang tepat dan dibantu optimasi mesin pencari adalah kunci sukses dari website dan bisnis online kita.

Bahkan, hampir semua bentuk pemasaran online yang mengkitalkan SEO akan bergantung dengan konten.

Setelah membaca panduan ini, kita – sebagai praktisi SEO – akan memiliki mindset seperti seorang content marketer…dan sebaliknya.

Apa itu content marketing?

Content marketing adalah usaha-usaha pemasaran yang dilakukan dengan cara menyediakan konten yang bermanfaat untuk orang lain dengan tujuan agar mereka mengenal bisnis/usaha kita.

Teknik pemasaran ini sangat populer, bisa kita lihat perkembangannya yang sangat pesat dalam grafik ini:

Contoh penerapannya:

Sebuah produk suplemen fitness menerbitkan konten-konten yang berisi pola latihan dan pola makan untuk pengembangan otot. Dengan demikian orang yang mencari informasi tentang konten tadi akan tiba ke website penjualan produk suplemennya.

Dari sini kita sudah bisa melihat sedikit hubungannya.

Seorang content marketer membutuhkan pengetahuan SEO supaya kontennya bisa mendapatkan peringkat yang baik di mesin pencari…karena Google merupakan sumber traffic terbesar.

Lalu bagaimana dengan sebaliknya?

SEO modern adalah content marketing + SEO

Sejak jaman dulu, orang-orang yang antusias dengan SEO selalu berusaha mencari celah-celah bagaimana websitenya bisa mendapatkan peringkat yang tinggi di Google.

Entah itu dengan mempermainkan keyword, backlink, maupun social signal.

(kedua istilah terakhir dibahas dalam bab berikutnya)

Tetapi kunci dari SEO, untuk sekarang dan di masa depan, bisa kita bongkar dengan cara melihat apa yang sebenarnya semua pihak di dalamnya inginkan.

Aada 3 pihak dalam SEO: pengguna, website, dan Google.

Inilah apa yang kita semua mau:

Pengguna ingin mendapatkan informasi terbaik secepat mungkin.

Untuk memuaskan pengguna, Google akan menempatkan informasi terbaik di posisi teratas.

Dengan demikian, maka untuk mendapatkan posisi teratas yang perlu kita lakukan adalah menyediakan informasi terbaik.

Karena itulah konten memegang peranan terpenting.

Konten yang baik = informasi yang berkualitas.

Untuk bisa menciptakan konten terbaik, maka seorang praktisi SEO harus belajar content marketing.

Jadi, bisa kita simpulkan bahwa dalam digital marketing posisi SEO dan Content Marketing saling berhubungan.

Lalu apa yang harus dilakukan?

Dengan menyadari peranan penting konten dalam SEO, maka sudah pasti kita setelah ini akan fokus ke pembuatan konten dan penerbitan konten.

Hati-hati.. ini bisa jadi kesalahan besar.

Tidak semua konten baik untuk SEO. Kalau dibuat secara asal-asalan, tidak akan menghasilkan apapun.

Manusia tidak ingin membaca banyak konten yang tidak masuk akal, demikian pula dengan Google.

Karena itu perhatikan aturan main berikut:

1. Selalu utamakan kualitas konten

Tidak ada orang yang ingin membaca konten yang kualitasnya rendah, Google pun tidak akan mau menaruh konten yang kualitasnya rendah di posisi teratas.

(Kecuali tidak ada konten lain sama sekali)

Jadi jangan membuat konten yang kualitasnya rendah, semakin banyak konten yang rendah kualitasnya di website kita maka semakin rendah kualitas website kita secara keseluruhan.

Apa itu konten berkualitas?

Bagaimana membuatnya?

Inilah beberapa artikel yang bisa membantu kita:

2. Kuantitas konten tidak terlalu penting

Kuantitas hampir selalu berbanding terbalik dengan kualitas. Kecuali kita punya banyak penulis profesional.

Semakin sering kita menerbitkan konten, semakin sulit mempertahankan kualitas.

Konten memang penting..

..tapi jangan hanya membuat konten karena kita ingin punya konten.

Pastikan apa yang dibahas dalam konten kita tidak sama dengan milik website lain, dan pastikan konten kita nilainya lebih tinggi.

3. Google me-rangking halaman, bukan website

Mereka tidak peduli apakah website kita punya 1000 halaman atau hanya 1, yang mendapatkan posisi terbaik hanya konten terbaik.

Jumlah halaman tidak berpengaruh.

Selain itu, apabila kita punya banyak halaman yang mengincar keyword tertentu maka artinya kita juga akan bersaing dengan diri sendiri… tetapi umumnya Google hanya menampilkan 1 halaman dari 1 website.

Jadi, lebih baik membuat 1 konten dengan kualitas setinggi mungkin daripada membuat 2 konten berbeda dengan topik yang sama persis.

4. Konten berkualitas saja belum cukup

Meskipun konten memegang peranan terbesar, tapi Google adalah robot.

Google bisa menentukan apakah artikel relevan dengan apa yang diinginkan tapi mereka tidak bisa langsung membaca artikel untuk menentukan kualitasnya.

Karena itu mereka membutuhkan faktor luar:

Kepuasan pembaca.

Dengan menyadari ini, maka yang harusnya kita lakukan setelah menerbitkan konten kitalah memberitahukan keberadaan tersebut kepada orang lain.

Cara mempromosikan konten dijelaskan lebih lanjut dalam panduan ini.

Dalam panduan berikutnya akan dibahas lebih lanjut tentang ini.

5. Penggunaan keyword

Content marketer seringkali lupa dengan keyword.

Padahal keyword memegang peranan penting dalam SEO.

Penggunaan kata kunci dalam artikel bisa merubah suatu konten menjadi pedang tumpul, pedang tajam, atau pedang bermata dua.

Ada 4 kesalahan utama dalam penggunaan keyword untuk konten:

  1. Keyword stuffing – menggunakan kata kunci yang sama berulang-ulang dalam satu halaman, harapannya supaya Google menganggap konten ini relevan dengan kata kunci, padahal berakibat fatal.
  2. Keyword umum – mengincar kata kunci yang terlalu umum atau luas tanpa peduli dengansearch intent atau tujuan pencariannya.
  3. Tanpa keyword – kalau kita sudah mempublikasikan banyak konten, kita akan merasakan bahwa konten yang mengincar suatu keyword tertentu secara tepat akan mendapat volume pengunjung yang lebih besar daripada yang tidak mengincar sama sekali.
  4. Persaingan internal – 1 website umumnya hanya muncul sekali di satu halaman hasil pencarian. Kalau lebih dari satu konten kita mengincar keyword utama yang sama, maka kita akan terjadi persaingan internal halaman. Karena itu lakukan diversifikasi keyword untuk setiap halaman.

Pengecualian: memahami search intent

Tidak untuk semua kata kunci pencarian Google akan me-rangking konten seperti artikel, video, atau foto.

Ada pengecualian.

Sebagai contoh: seorang pengguna melakukan pencarian dengan kata kunci “beli laptop”.

Kira-kira apa hasil yang mereka harapkan?

  • Artikel tentang cara membeli laptop
  • Video tips membeli laptop
  • Toko online yang menjual laptop

100% ingin hasil ketiga.

Google dan mesin pencari lain pun menyadari hal ini. Karena itu untuk kata kunci “beli laptop” sangat mustahil kita bisa mendapatkan rangking yang bagus dengan artikel.

Jadi pahami maksud keyword-nya.

Apabila pencari menginginkan konten maka Google akan memberikan konten. Tapi kalau mereka ingin membeli produk, maka halaman penjualan produk lah yang akan diutamakan.

 

 

Advertisements